Jumat, 18 April 2014

BEMF Saintek akan gelar Workshop Vedit

Oleh | Kartika Yusuf
Washilah Online--Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) akan menggelar kegiatan Workshop pada Kamis, (20/04) di Auditorium Kampus II UIN Alauddin, kegiatan ini bekerja sama dengan Vedit (Visual Entrepreneur Development).

Vedit adalah tempat kursus multimedia dan internet pertama di Makassar dengan kurikulum terbaru, disetiap keahlian mendapatkan sertifikat selain itu menjadi member seumur hidup. Lembaga yang di bentuk pada 15 Mei 2012 oleh alumni mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas), yang berKantor di Jl Urip Sumiharjo no 4 tepat di depan Tugu Adipura.

Dalam Workshop tersebut akan ada Dua materi yang akan dihadirkan, yakni bisnis online yang dibawakan oleh Muhammad Risman selaku Chief Executive Officer(CEO) Vedit dan jurnalistik online oleh Gunawan Mashar selaku ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar.

Abrar, selaku ketua BEM Saintek mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja (proker) yang ke Empat, "semoga dapat berjalan lancar dan memberikan banyak manfaat," Ungkapnya.

selain itu ia menambahkan bahwa “agar mahasiswa dapat memahami manfaat positif yang di timbulkan oleh media sosial, jika media sosial di maksimalkan dengan baik maka dapat menghasilkan keuntungan yang luar biasa,” harapnya ketika di hubungi lewat via Massage

Selasa, 08 April 2014

Simpang-siur Biaya SPP Angkatan 2013

Laporan | Sulkia Reski dan Bela Husdiana

Washilah Online – Polemik berkelanjutan mengenai sistem baru yang ditetapkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) mengenai Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) masih membuat mahasiswa kebingungan. Hal ini terjadi pada mahasiswa jurusan Jurnalistik angkatan 2013 di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Pasalnya, biaya yang dibayarkan pada bank tidak sesuai dengan apa yang diumumkan oleh pihak jurusan Jurnalistik itu sendiri.

Aturan pihak rektorat yang diberikan kepada jurusan mengatakan bahwa kategori satu membayar uang SPP sejumlah Rp 400.000,00, kategori dua Rp. 700.000,00 dan kategori tiga Rp 987.500,00. Disisi lain, data dipihak PUSTIPAD yakni kategori satu Rp 400.000,00, kategori dua 900.000,00 dan kategori tiga Rp 1.187.000,00. Pada Bagian jurusan maupun bagian PUSTIPAD memiliki data yang berbeda sehingga membuat bingung mahasiswa jurusan Jurnalistik saat melakukan pembayaran di bank BNI.

Saat dimintai keterangan, ketua jurusan Jurnalistik DR Firdaus MA menegaskan bahwa jurusan hanya membagi-bagi pengkategorian dan mengeluarkan jumlah pembayaran SPP sesuai aturan rektorat. Namun saat mahasiswa membayar dan ternyata berbeda, sehingga membuat pihak jurusan kaget karena sebelumnya mereka telah merapikan data yang ada bagi mahasiswa jurusan jurnalistik.
“Saya mengatas namakan dosen dan jurusan, untuk apa kemudian kami dilibatkan, lantas eksekusi akhir dilakukan oleh pihak rektorat” ungkap DR Firdaus MA. Namun saat dikonfirmasi kepada Wakil Rektor (WR) II Prof Musafir Pababari mengenai ketimpangan informasi untuk biaya pembayaran SPP angkatan 2013 ini, ia mengaku tidak tahu dan meminta kami untuk konfirmasi ke kepala bagian keuangan dan PUSTIPAD karena data yang diupload berada ditangan PUSTIPAD.

WR II juga menambahkan bahwa PUSTIPAD tidak akan berani mengubah data yang ada. Namun, pihak PUSTIPAD sendiri mengaku hanya mengupload data yang telah jadi dan menyebarkannya pada mahasiswa melalui internet. Menurut Gunawan, salah seorang staf PUSTIPAD mengatakan bahwa jika ada perbedaan pembayaran di bank dan data jurusan, mahasiswa seharusnya melapor pada PUSTIPAD.

Walaupun ada perbedaan data, mahasiswa tetap membayar SPP sesuai data yang telah diterima pihak bank. Seperti yang terjadi pada Afrilian Cahaya Putri, ia seharusnya membayar SPP sejumlah Rp 700.000,00 sesuai pengumuman. Tapi saat di bank ternyata ia harus membayar sejumlah Rp 900.000,00. Ia menganggap ini semua tidak sesuai dengan prosedur. Afril mengaku sangat kaget ketika telah berada di bank saat akan membayar. “seharusnya ada informasi lanjut dari pihak rektorat” ucap Afril.

Perempatan Jalan Samata/Gowa Butuh Perhatian Pemerintah

Lapran | Shaleh Muhammad / Magang

Makassar, WASHILAH ONLINE--Kondisi badan jalan yang berlubang di Kelurahan Samata Kabupaten Gowa menyebabkan seringnya terjadi kemacetan lalulintas. Salah satu ruas Jalan yang merupakan akses menuju kampus II Universitas Islam Negeri

Salah seorang pengendara motor yang kami temui, Akbar, Sabtu (29/14) mengutarakan, " kondisi jalan seperti ini membuat kita sedikit terganggu kalau mau mengejar waktu, harusnya Pemerintah memperhatikan ini, walaupun kondisi seperti ini tidak seberapa tapi ini sangat mengganggu karena merupakan akses jalan pertemuan antar kota dan kabupaten. Belum lagi dari kerusakan ini diperparah dengan Lampu Jalan yang juga tidak berfungsi," keluh Akbar.

"Saya harap pemerintah harus mampu melihat hal ini, menginggat ini merupakan kebutuhan umum bagi masyarakat yang melakukan aktifitasnya demi kelancaran aktifitas masyarakat itu sendiri, dan tentunya ini merupakan suatu tolak ukur keberhasilan pembangunan untuk suatu daerah, kalau tidak, masyarakatlah yang akan kena imbasnya " tegasnya.
Alauddin Makassar (UINAM) menyebabkan sebagian masyarakat yang melintasi jalan tersebut sering tergangu dan banyak dikeluhkan warga.

Sumber gambar : Google

BEM FDK Gelar Bedah Buku

Oleh : Kartika Yusuf/Magang

Washilah Online—Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin  menggelar bedah buku yang di tulis oleh Rahmad M Arsyad dengan judul ‘Perang Kota studi politik lokal dan konsentrasi elit boneka’, di Lecture Teatre (LT), sabtu (05/04).
Dalam pembedahan buku di hadiri oleh  dua pakar politik yakni Arif Wicaksono MA  selaku dosen metode ilmu politik UIN Alauddin dan Ibnu Hajar S sos I M Si selaku dosen Komunikasi politik.
Buku ini diangkat dari hasil riset penulis sendiri dan salah satu buku terbaik diantara buku-buku lainya yang membahas tentang dunia politik dan perang para kandidat dalam konteks pemilihan.
Arif memaparkan kelemahan dan kelebihan yang di miliki oleh buku tersebut. “bahasa yang di gunakan sederhana dan akrab di dengar sehinggah mudah di mengerti tapi dalam isinya lebih cenderung membahas tentang aspek politik”,Ungkapnya.
Arif juga menambahkan yang di maksud elit boneka dalam buku ini yakni Syahrul Yasin Limpo, Ilham Sirajuddin, dan Nurdin Halik.
Namun disayangkan Rahmad, selaku penulis buku tidak sempat hadir karena ada kegiatan di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Plafon FSH Rusak

Oleh | Saefulla/Mag
 
Washilah Online-- Plafon dilantai 4 sangat memperhatinkan karena bocor parah, diatas tangga, dari bawah lantai I ruang akademik, Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar, Senin 10/03/. kerusakan plafon tersebut sudah menelang waktu yang cukup lama namun sampai saat ini belum diperbaiki oleh pihak yang berwenang.

Bocor plafon tersebut, lebar sekitar 1 meter dan panjang sekitar 2 meter. ini sangag jelas terlihat kalau berdiri diatas tangga lantai 4, karena bocor tersebut pas disamping kiri atas tangga.

Selain Plafon bocor, lantai yang ada dibawah plafon itu juga terlihat lubang besar, karena tegelnya sudah tidak ada. Ini sering mengalihkan perhatian mahasiswa ketika lewat, karena harus memperhatikan lubang tersebut, menghindarinya dan menjaga kakinya agar tidak tersandung saat lewat.

Dekan FSH, Prof H Ali Parman MA, saat ditemui diruang kerjanya, dia mengatakan bahwa mengenai ruangan ini adalah tanggung jawab Universitas, karena segala pemeliharaan itu merupakan tanggung jawab Universitas, Pihak Fakultas ini hanya pemakai. Mengapa seperti itu, karena dana pemeliharaan itu ada ditingkat Universitas.

Kerusaka seperti ini Sudah lama, "Saya sering sekali mengusulkan di Rapat Pimpinan (Rapim) dan semua dari pihak Fakultas banyak mengusulkan begitu," ujarnya. Tapi belum ada tindak lanjut perbaikan, bukan hanya di Fakultas, di tingkat Universitas sendiri saja bocor-bocor, jadi persoalannya ini kembali keanggaran, tambahnya.

FASH; Kreativitas Mahasiswa KKN UIN Alauddin

Oleh | Saefullah./Magang

Washilah Online-- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari UIN Alauddin Makassar, Mengadakan "Festival Anak Sholeh (FASH)," tingkat Desa untuk Taman Kanak-Kanak dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TK/TPA) se-Desa Pattallassang.

Pelaksanaan kegiatan ini di buka langsung oleh Alimuddin sijaya, kepala Desa Pattallassang, pada tanggal 28 Maret sampai tanggal 2 April 2014, di M
asjid Istiqlal, Desa Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Jenis-jenis yang dilombakan, Tadarrus, Hifzil Qur'an, praktek shalat berjamaah, Adzan, Wudhu, Cerdas-cermat, dan Peragaan busana muslim. Takdir, selaku ketua panitia Festival, saat ditanya oleh reporter Washilah terkait masalah lomba yang baru saja dilaksanakan itu, mengatakan, bahwa dari 7 cabang lomba itu, diikuti sekitar 100 orang peserta dari 9 TK/TPA yang ada di Desa itu.

Tema kegiatan, "Meningkatkan kreativitas dalam syi'ar islam," menurutnya, Takdir, tema ini diambil dengan tujuan untuk memperkenalkan kepada mereka dasar-dasar pelaksanaan dan tuntunan syari'at islam, serta mejalin silaturahmi agar saling mengenal dan menumbuhkan nilai semangat solidaritas dalam diri mereka ditingkat satuan pendidikan TK/TPA Desa Pattallassang.

Mahasiswa yang sedang menjalankan tugas KKN di Desa Pattallassang itu, ketika ditanya lebih lanjut, dia menjelaskan, Festival merupakan wadah untuk mempertemukan 9 TK/TPA yang ada di Desa tempat kami KKN, "Karena saya lihat di Desa ini sangat banyak TK/TP," jelasnya, sehingga ada niat untuk mengumpulkannya, olehnya itu kami membuat Festival.

Lomba ini sangat membangun semangat kreativitas anak-anak, karena menambah pengalaman dan pengetahuan serta memupuk semangat belajar anak-anak yang ada di Desa tempat kami KKN.

Respon mereka tampak jelas terlihat saat acara sedang berlangsung, mereka sangat semangat menyaksikan kegiatan tersebut, yang tidak ikut dalam Festival semangat mendukun teman-temannya dan yang ikut lomba, mereka sangat antusias belajar, khususnya di masing-masing cabang lomba yang diikutinya, tambahnya.

Peresmian IAIN Menjadi UIN Alauddin Makassar