Senin, 23 Maret 2015

Prof Dr Qasim Mathar MA: Aktivis Makassar Masih Primitif

Suasana saat kuliah umum
Washilah--“Aktivis yang ada di Makassar adalah primitif,” tutur Prof Dr H Qasim Mathar MA dalam materinya pada kuliah umum yang berlangsung di Gedung Auditorium UIN Alauddin Makassar. Jum'at (12/03)

Salah satu guru besar UIN Alauddin ini beranggapan demikian dikarenakan banyaknya mahasiswa yang hanya demonstrasi tanpa ilmu. “Bertindak demikian karena tidak adanya keseimbangan antara ilmu dan akhlak,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa demo hanya salah satu cara untuk menyampaikan pendapat. “Apabila dari semua cara yang dilakukan untuk menyalurkan aspirasi tidak efektif maka demo bisa dilakukan," ungkapnya.


Laporan ǀ Sri Wahyudi Astuti (Mag)

UIN Alauddin Menjadi Tuan Rumah Rakernas BPI/BKI

Washilah--Kali ini, UIN Alauddin Makassar berkesempatan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional Bimbingan dan Penyuluhan Islam atau Bimbingan dan Konseling Islam (Rakernas BPI/BKI) se-Indonesia yang mengusung tema "BPI menjadi solusi patologi sosial". Pembukaan yang digelar di Gedung Auditorium ini berlangsung Jum'at-Ahad (13-15/03).

Kegiatan ini dirangkaikan dengan seminar yang diisi oleh Prof Dr H Qasim Mathar MA dan selanjutnya pada hari kedua dan ketiga diselenggarakan di Benteng Somba Opu Makassar.

Sekretaris Panitia, Dewi Kasmira menuturkan bahwa Rakernas ini diikuti oleh mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) se-Indonesia diantaranya dari Sumatera, Kalimantan, Sinjai, Jogja, Surakarta dan Surabaya.

Laporan ǀ Sri Wahyudi Astuti (Mag)

Sabtu, 21 Maret 2015

WD III FDK Usulkan Pembelajaran Lewat Online

Washilah--Jurusan Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) menyelenggarakan kegiatan upgrading dan rapat kerja dengan tema “Meningkatkan Sinergitas, Akademik, dan Organisasi” di Lecture Theater (LT) FDK UIN Alauddin Makassar. Kamis (19/03)

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Dekan (WD) III FDK, Dr H Usman Jasad SAg MPd mengusulkan agar dalam sistem belajar mengajar tidak perlu lagi face to face, tetapi mahasiswa bisa belajar lewat online. 

“Jadi mahasiswa dapat menyimpan data, rapat resmi, mengerjakan tugas dari dosen dan mengirimnya ke email dosen lewat online. Diskusi lewat grup bahkan tidak perlu lagi surat menyurat tetapi tinggal colek saja lewat online," ujarnya.

Meski begitu, tambahnya, ada aspek yang hilang yaitu sikap emosional manusia. “Kita bisa lebih produktif lima kali lipat dibandingkan orang dulu karena teknologi,”  ucapnya.

Menurut, salah satu mahasiswa MD, Herman menyetujui sistem pembelajaran secara online. “Dengan sistem pengajaran seperti itu banyak sekali kemudahan yang didapat. Selain itu, efektivitasknya juga tidak jauh beda dengan pengajaran biasa.”

Laporan | Fahri Setiadi dan Seniwati (Mag)

Selasa, 17 Maret 2015

Dekan FUFP Usulkan Pembangunan Laboratorium Islam Terpadu

Washilah--Dalam rangka pembangunan masjid baru yang terletak di samping Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik  (FUFP) UIN Alauddin Makassar, Dekan FUFP sekaligus ketua panitia pelaksana, Prof Dr Arifuddin Ahmad MAg mengusulkan rencana pembangunan sebaiknya menjadi laboratorium islam terpadu.

Usulan ini dimaksudkan bahwa tidak hanya seperti fungsi masjid pada umumnya tetapi juga berfungsi sebagai museum, laboratorium, tempat salat dan sebagainya. Pembangunan masjid telah dilaksanakan sejak tahun 2014 kemarin pada bulan ramadhan tetapi, hingga saat ini pembangunan tersebut tidak dilanjutkan.

“Pembangunan masjid ini tidak dilanjutkan akibat pergantian rektor yang tidak jelas sehingga tidak ada yang bisa mengambil kebijakan dan perencanaan anggaran dan juga tidak fokus,”aku Arifuddin.

Menurut Wakil Rektor II, Prof Dr Musafir Pababbari  MSi, anggaran yang digunakan dalam pembangunan ini berasal dari masyarakat (donatur).”Tidak boleh menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jika dana sudah ada maka pembangunan masjid akan dilanjutkan, ” ujarnya.

Beda halnya dengan Prof Dr Arifuddin Ahmad  MAg yang mengatakan bahwa jika pembangunan masjid tidak menggunakan APBN maka memerlukan proses yang panjang sedangkan dana keseluruhan pembangunan yang diperlukan adalah 43 milyar.

“Jika pembangunan Masjid diubah menjadi pembangunan laboratorium islam terpadu maka bisa menggunakan APBN,”ungkapnya.

Saat ditanyai mengenai anggaran yang telah terkumpul saat ini, Dekan FUFP ini enggan membeberkan.

Laporan | Fahri Setiadi (Mag)

Dekan FST Lantik SEMA dan DEMA

Washilah--Fakultas Sains dan Teknologi (FST) menyelenggarakan pelantikan pengurus Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Mahasiswa (DEMA) periode 2015. Kegiatan ini dirangkai dengan kuliah umum dan ramah tamah di Gedung Auditorium UIN Alauddin Makassar. Kamis (12/03)

Dalam kegiatan tersebut, Dekan FST, Dr Muhammad Halifah Mustami MPd melantik pengurus baru SEMA dan DEMA kemudian dilanjutkan serah terima jabatan yang didampingi Wakil Dekan (WD) III, Dr Hasyim Haddade MAg.

Dalam sambutannya, Dekan FST berharap para pengurus SEMA dan DEMA dapat menjadi mahasiswa yang kritis dan program kerja yang ada kedepannya dapat mendorong penguatan kompetensi mahasiswa. “Dalam arti krtis itu, tahu banyak hal dan punya landasan atau dasar yang jelas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa apa yang dikerjakan kepengurusan sebelumnya, yang diketuai oleh Dedy Abrar selama setahun ini membuat FST lebih matang dan lebih dewasa.

Terkait dengan program kerja, para pengurus SEMA dan DEMA akan mengadakan Rapat Kerja pada hari jumat yang akan datang. Dengan motto “Mari Bergerak Harmonis”, kepengurusan selama setahun ke depan akan lebih melibatkan seluruh sivitas akademika di Fakultas.

“Karena selama ini terkesan bahwa hanya mahasiswa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program kerja, kedepannya sebisa mungkin membangun sinergitas dengan pimpinan fakultas, seperti ketua-ketua jurusan, staf, pegawai, dosen, dan para senior,” ujar Ilham selaku ketua DEMA terpilih.

Pria bernama lengkap Ilham Azhary Said ini juga menambahkan bahwa tentunya jangan lupa dengan apa yang menjadi cikal bakal kebesaran FST yang secara subtansial kepengurusan sekarang dan sebelumnya sama saja.

“Artinya tidak ada yang mendominasi pada posisi sebagai lembaga eksekutif. Lembaga yang sebisa mungkin menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat, bakat, dan aspirasinya,” kata Ilham.

Selain itu, Ilham mengatakan beberapa rangkaian kegiatan ini merupakan inisiatif dari pengurus SEMA dan DEMA periode 2015 tersebut. Melihat kondisi setahun belakangan, ia berharap momentum ini dapat membangun kembali keharmonisan  antar mahasiswa, lembaga dan pimpinan.

Laporan | Sri Yusnidar (Mag)

Jebolan SUCI 4 Gemparkan FDK

Sri Rahayu saat membawakan stand up Comedy
Washilah--Apakah anda menyukai acara Stand Up Comedy Indonesia (SUCI)? Jika iya, pasti anda akrab dengan nama Sri Rayahu. Benar, perempuan berjilbab ini adalah jebolan dari SUCI 4 Kompas TV. Sri, nama akrabnya, berhasil menggemparkan mahasiswa di Lecturer Theatre (LT) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Sabtu (14/03)

Di awal stand up-nya, Sri menyinggung dirinya sendiri. “Sebelum saya mulai, saya mau merapikan jilbabku dulu, biar tidak terlalu kentara ratanya di depan.” Lontarannya itu membuat suasana menjadi pecah. Seisi ruangan dipenuhi gelak tawa dan tepuk tangan para penonton.

Perempuan asal Soppeng ini sangat senang bisa menghibur mahasiswa UIN. “Senanglah bisa membuat orang tertawa dan semoga ada komika perempuan yang lahir di kampus ini,”katanya saat diwawancari sesaat setelah acara selesai.

Salah seorang panitia, Fery Aswandi Asri juga merasakan hal yang sama, “Senang sekali bisa menyelenggarakan acara ini melihat suasana tadi sangat seru,”ujarnya.

Acara yang bertemakan Tawa Empat Etnis (Temanis) ini diselenggarakan oleh Creativity Of Science Communication (Cross On) yang bekerja sama dengan Kampoeng Merdeka. Sekaligus ini merupakan tour ke lima setelah sebelumnya acara ini diselenggarakan di Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Negeri Makassar (UNM).

Selain Sri, Croos On juga menghadirkan komika lokal Makassar seperti Hidayat Rizal, Hilmi dan Ochy-ochy tengongo’.

Laporan ǀ Muhaimin (Mag)

Akuntansi FEBI Divisitasi Tim Asesor BAN-PT

Pada saat penyambutan Tim Asesor BAN-PT
Washilah--Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) bertandang ke jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar. Proses visitasi tersebut berlangsung di lantai II FEBI. Selasa (10/03)

Adapun Tim yang terdiri dari dua orang ini yaitu Faisal SE MSi PhD dari Universitas Diponegoro dan Dr Eka Ananta Sidharta SE MSi AK CA dari Universitas Negeri Malang.  Dalam rangkaian visitasinya, jurusan melakukan persiapan dan pengumpulan standar-standar penilaian Akreditasi.

Ketua Jurusan (Kajur) Akuntansi, Jamaluddin M SE MSi mengatakan bahwa dirinya  bersama dengan sekretaris jurusan yakni Memen Suwandi SE MSi sudah melakukan sebuah bentuk perubahan dengan menyusun Boran Prodi selama 3 bulan. Dimana Boran prodi berisi tujuh item atau prosedur yang harus memiliki kelengkapan-kelengkapan berkas mulai dari administrasi sampai bukti-bukti fisik yang jelas.

"Jadi ada tujuh item yang harus dijawab dan kami harus siapkan semua data-datanya. Mau tidak mau harus ada, mulai dari visi, misi, dan sumber dayanya,"ungkap Kajur ini.

Kehadiran Tim Asesor ini merupakan pengevaluasian dan pembuktian yang terdapat pada Boran Prodi. Adapun Surat Keputusan (SK) penetapan Akreditasi akan menyusul dua bulan kemudian.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi, Arief Wiranto berharap kedepannya Akuntansi dalam dunia kerja lebih mudah diterima dengan adanya akreditasi B. “Artinya ada peningkatan dari C ke B. Selain itu sesuai visi dapat melahirkan lulusan Akuntansi yang bernilai islami, unggul, berkualitas, dan berjiwa interpreneur,”ujar mahasiswa yang akrab disapa Arief ini.

Laporan ǀ Afrilian C Putri/Zulfina Eka (Mag)