Selasa, 30 Desember 2014

DO, Evaluasi Mahasiswa dan Dosen PA

Ilustrasi
Washilah--Surat Keputusan (SK) pemberhentian sebagai mahasiswa (Drop Out) UIN Alauddin yang dikeluarkan untuk 702 mahasiswa pekan lalu, seolah menjadi bukti keseriusan birokrasi. Meski begitu sebagian kalangan menilai, hal ini seharusnya juga menjadi bahan evaluasi untuk semua elemen di kampus eks IAIN Alauddin, termasuk Penasehat Akademik (PA).

Ketua jurusan Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Dr Misbahuddin menilai, PA punya peran serta fungsi yang sangat penting terhadap mahasiswa, diantaranya membangun komunikasi yang baik dengan mahasiswa bimbingannya, agar segala permasalahan mahasiswa dapat dikomunikasikan. 

"Tidak hanya itu, memberi motivasi adalah hal yang sangat penting," kata dia, jauh sebelum SK DO keluar. Rabu (03/12).

“Kita ingin peran dan fungsi penasehat akademik itu  signifikan. mengembangkan mahasiswa terutama dalam hal proses belajar mengajar. Segala permasalahan mahasiswa dapat dikomunikasikan kePA. Kemudian memberikan  nasehat dan motivasi terhadap mahasiswa,” jelasnya.

Hal ini dikarenakan, lanjut Dr Misbahuddin,  banyak faktor yang menyebabkan mahasiswa  tidak dapat mencapai nilai yang seharusya bisa mereka capai. Contohnya kata dia, banyak mahasiswa yang malas, tidak disiplin, karena punya permasalahan, dengan keluarga yang tidak harmonis,  tempat tinggal kurang mendukung untuk belajar, serta beberapa faktor lainnya.

Menurut Dr Misbahuddin, ini semakin diperparah dengan sejumlah PA yang tidak mengetahui peran dan fungsinya. "Ada banyak PA yang tidak tahu siapa mahasiswa bimbinganya. Namun, Pimpinan tidak bisa mengekang karena tidak ada dalam undang-undang akademik sanksinya, juga tidak ada honornya. Itu hanya dijadikan sebagai sunnah,” tukas Kajur MD ini.

Laporan | Bela Husdiana





Puskaistek UIN Alauddin Bahas Tantangan dan Prospek HPK

Washilah--Pusat Kajian Islam Sains dan Teknologi (Puskaistek) LP2M bekerja sama dengan prodi Hukum Pidana dan Ketatanegaraan (HPK) menyelenggarakan kajian bulanan tahapan ke IV di LT Fakultas Syariah dan Hukumn (FSH). Selasa (30/12). 

Dalam Kajian Bulanan yang mengangkat tema “Prospek dan Tantangan HPK di era global” ini, Prof Hamdan Johannis MA, Dr Sitti Aisyah Kara dan Drs Hamzah Hasan MHi, hadir sebagai pemateri.


Menurut Sekertaris Puskaistek, Dr Anwar Sadad, M Ag, kegiatan ini setidaknya memiliki tiga tujuan, yakni menjadi motivasi kecintaan, penyegaran eksistensi, serta penanaman kesadaran pentingnya Jurusan HPK dalam kehidupan ketatanegaraan. 

Saat membawakan materi, Prof Hamdan Johannis MA mengungkapkan keinginannya untuk memilih Jurusan HPK jika seandainya  bisa mengulang SI-nya. "Mengapa saya memilih HPK? Negeri ini berhadapan dengan persoalan hukum," tutur Penulis Buku Melawan Takdir itu.

Dalam sesi diskusi, pemateri menitikberatkan pentingnya untuk paham dan mengerti prospek dan tantangan yang sebenarnya dihadapi mahasiswa HPK di era globalisasi yang menuntut inovasi dan pembaharuan. Selain itu, diharapkan adanya peningkatan kemampuan mengkaji format hukum serta kajian berbagai problematika hukum yang berlandaskan literatur Islam.


Ketua Panitia sekaligus ketua Jurusan HPK, Dra Nila Sastrawati MSi juga menegaskan bahwa mahasiswa UIN dituntut untuk mampu mengimplementasikan pengetahuan mereka di masyarakat dan memiliki antusiasme yang tinggi dalam memajukan dunia hukum di Indonesia.

Laporan | M Haris/Afrilian Cahaya (Mag) 

Kejar Final, Dosen Rapel Empat Pertemuan Sehari

Washilah--Memasuki masa-masa akhir semester ganjil, seluruh dosen diwajibkan menyelesaikan jumlah minimal pertemun kuliah, sayangnya, beberapa tenaga pendidik dengan sengaja merapel pertemuan, hingga melakukan perkuliahan selama tiga jam, dengan empat kali absensi dalam sehari.

Hal inilah yang dirasakan sejumlah mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin pada salah satu mata kuliahnya, Cinematografi. Dosen pada mata kuliah tersebut, Selasa (30/12) kemarin, melakukan perkuliahan selama tiga jam, dengan hitungan empat kali absensi.

Salah seorang mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namanya menilai, sistem ini sangat merugikan, mengingat, banyak dari rekan-rekannya yang merasa rugi waktu.

"karena ketidakprofesionalan dosen untuk membagi waktu antara mengajar dan kepentingan lainnya maka berdampak bagi kami mahasiswa yang harus menyisikan waktu untuk kuliah 3 jam satu kali pertemuan dengan empat kali hadir dalam absensi," keluhnya.

Tak hanya mahasiswa, menurut ketua Jurusan Jurnalistik, Dr Firdaus Muhammad, sistem yang diterapkan oleh dosen dengan merapel pertemuaan juga menyalahi sistem yang telah diatur sebelumnya. Selain itu, kata pengamat politik ini, ada dosen yang pragmatis.

"Ingin segera selesaikan jumlah pertemuan tapi target pengajaran tidak tercapai." Tulisnya melalui BBM. Selasa (30/12). Meski begitu, Dr Firdaus menilai, beberapa dosen yang merapel absensi karena mendapat tambahan pekerjaan seperti pimpinan, hingga jurusan juga dibebani mengajar.

Laporan | Sri Wahyudiastuti (Mag)

Fikes Gelar Kegiatan Donor Darah

Washilah--Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan (Fikes) bekerjasama dengan Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) dan Unit Donor Darah (UDD) Makassar Mengadakan aksi donor darah "Your Healt in Your Hand" di depan Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Alauddin Makassar. Selasa (30/12).

Ketua BEM Fikes, Nurul Awaina, menjelaskan, kalau kegiatan ini bertujuan memudahkan para relawan yang ingin menyumbangkan darahnya.

Sebanyak 33 orang mendonorkan darahnya pada aksi ini. Meski begitu, sejumlah mahasiswa sempat kecewa karena posko donor darah  yang cepat ditutup, salah satunya Salmiah. "Kecewa karena posko telah di tutup, padahal mau menyumbangkan darah," keluhnya.

Live music
Sejumlah pendonor darah dalam kegiatan ini juga dihibur live music. "Semua rangkaian acara ini untuk menunjukkan kepada masyarakat agar tetap sehat karena sehat itu bahagia. Kegiatan ini merupakan program akhir BEM Fikes," ungkap Nurul Awaina, ketua BEM FIKES.

Bonsai Band hadir dengan membawakan beberapa singlenya. Pihak penyelenggara juga bekerja sama dengan explor pencipta reptil dan komunitas buku untuk meramaikan kegiatan ini .

Laporan | Sri Yusnidar/Sri Wahyudi (Mag)

Pasca Libur Bentrok, FSH Kembali Beraktivitas

Suasana ruang seminar
Washilah--Pasca diliburkan karena bentrok yang melibatkan mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dengan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), aktivitas belajar mengajar di dua fakultas kembali berjalan, termasuk kajian bulanan yang diadakan Pusat Kajian Islam Sains dan Teknologi (Puskaistek) LP2M bekerjasama dengan prodi Hukum Pidana dan Ketatanegaraan (HPK). Selasa (30/12).

"Fakultas Syariah itu kemarin (Senin, Red) masih libur, sangat tepat sekali kegiatan yang diadakan oleh Prof Hamdan karena tidak bertepatan dengan hari libur," kata dekan FSH, Prof Dr Ali Parman MA dalam sambutannya.

Dalam kegiatan yang digelar di Lecture Theatre (LT) FSH ini, penyelenggara mengusung tema "Prospek dan Tantangan Hukum Pidana dan Ketatanegaraan (HPK) di era Global" dengan menghadirkan tiga orang panelis, diantaranya, Prof Hamdan Juhannis MA, Drs Hamsa MAi, serta Dr Siti Aisyah Kara MA.

"Negeri ini berhadapan dengan persoalan hukum. Mereka yang sarjana hukum, ahli hukum, tapi mereka sendiri yang melabrak hukum," tegas Prof Dr Hamdan Juhannis, penulis buku Melawan Takdir ini.

Laporan | Nurfadilla Bahar

Prof Dr M Sidin Ali: Ada Empat Macam Guru

Prof Dr M Sidin Ali
Washilah--Pada seminar pendidikan yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar, Senin (29/12) lalu, salah seorang pemateri, Prof Dr M Sidin Ali M Pd menggungkapkan, sedikitnya ada empat macam guru, yaitu guru dasar, guru bayar, guru nyasar, dan guru benar.

“Ada empat macam guru, guru dasar, guru bayar, guru nyasar dan guru benar,” ungkapnya, disambut gelak tawa peserta seminar.

Prof Dr M Sidin Ali yang merupakan anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Sulawesi Selatan menambahkan, kalau salah satu jenis guru, yakni guru benar, bisa dilihat dari segi waktu. "Tidak ada waktu yang tersisa kecuali memikirkan isu peningkatan ilmu pendidikan,” Tambahnya.

Ketua panitia, Zul Fahmi, berharap seminar ini bisa mengajarkan menjadi pendidik yang lebih baik dari sebelumnya.

Laporan | Muhaimin (Mag)

Anggota UKM LIMA Ikut Aksi AJI


Washilah--Anggota Lembaga Informatika Mahasiswa Alauddin (LIMA) UIN Alauddin ikut berpartisipasi dalam teatrikal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar yang diadakan di depan Menara Bosowa. Ahad (28/12).

Indra Ahmad Firdaus, Sahi Alqadri, Syahrul, Sri Yusnidar dan Nurhidayatilla adalah anggota UKM LIMA yang berpartisipasi menjadi pemeran dalam teatrikal ini.

“Saya sangat bangga sekali, bisa berpartisipasi dan berbaur dengan para jurnalis profesional dan jurnalis kampus,” ujar Sri Yusnidar saat diwawancarai di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Alauddin.

Aksi ini merupakan peringatan Tahun Duka Jurnalis Makassar, mengingat sejumlah sikap intimidasi dan ancaman terhadap jurnalis sepanjang tahun 2014. Khususnya pada kasus yang terjadi di salah satu kampus di Makassar pada bulan November lalu. 

Selain Jurnalis lokal, dalam aksi akhir tahun ini, sejumlah Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang ada di Makassar juga ikut berpartisipasi dalam teatrikal ini, diantaranya LPM Profesi UNM, LPM Identitas Unhas.

“Sebenarnya kami berencana menggelar aksi ini di depan Pantai Losari, namun karena ada persoalan teknis, jadi kami memilih di depan Menara Bosowa,” Kata Gunawan Mashar selaku ketua AJI Makassar. “Kebetulan, tempatnya juga agak lowong,” sambungnya, saat diwawancarai di Warung Salemo.

Laporan | Muhaimin (Mag)