Tampilkan postingan dengan label Akademika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akademika. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Maret 2016

Arifuddin Ahmad: Seorang Pemimpin Seperti Halnya Pengembala

Dekan Fakultas Saintek Prof Dr Arifuddin Ahmad MAg, didampingi oleh Wakil Dekan III Saintek Dr A Suarda dan Ketua Dema Saintek Muh Suhaebar. Sembari mereka menyampaikan meteri Kepemimpinan Upgrading Dema Saintek yang berlangsung di LT Fakultas. Kamis (10/03/2016)
Washilah - Upgrading yang diselenggarakan oleh Dema Sains dan Teknologi (Saintek) pada tanggal 10 Maret 2016 lalu menghadirkan Dekan Fakultas Saintek Prof Dr Arifuddin Ahmad MAg, selaku pembawa materi. Kegiatan ini berlangsung di Lecture Teater (LT) Saintek. Kamis (10/03).

Dalam Upgrading tersebut, Arifuddin Ahmad membawakan materi “Amanah dan Kepemimpinan.” Menurutnya, Ada beberapa karakter kepemimpinan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW dan dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, seorang pemimpin harus mencintai dan dicintai masyarakat jamaah yang baik jika dipimpin oleh imam yang baik pula.

Kedua, pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang memberi aspirasi bagi para anggotanya menerima saran dan kritikan serta memenuhi kebutuhan anggotanya. Ketiga, pemimpin yang suka bermusyawarah dan mudah memaafkan. Keempat, pemimpin yang tegas bukan yang keras.

“Pemimpin yang diharapkan yaitu pemimpin yang baik harus diiringi iman dan takwa serta berserah diri kepada Allah SWT,” ujarnya. Kamis (10/03/2016)

Lebih Lanjut, Arifuddin Ahmad mengatakan bahwa pemimpin harus memberi contoh yang baik kepada bawahannya. Seorang pemimpin harus melaksanakan dan menyelesaikan urusan yang baik. Bukan namanya pemimpin jika tidak melaksanakan tugasnya. Dan pemimpin harus menyelesaikan masalah masyarakatnya tanpa terkecuali dan tidak membedakan suku dan bangsa.

“Pemimpin harus bertanggung jawab sesuai dengan aturan. Seorang pemimpin harus semaksimal mungkin menjaga anggotanya dari masalah, sehingga seorang pemimpin seperti halnya dengan pengembala,” Tutupnya.

Laporan : Wiryanti

Editor : Afrilian C Putri

Sidang Promosi Doktor, Hannani Yudisium dengan Amat Baik

Suasana ujian promosi Doktor oleh Hannani M Ag berlangsung di Lecture Teater (LT) Fakultas Tarbiyah. Hannani lulus dengan yudisium amat bak dengan gelar Doktor. Kamis (10/03/2016)
Washilah--Sidang promosi Doktor Hannani M Ag diselenggarakan oleh Pascarsajana UIN Alauddin Makassar. Sidang promosi tersebut dilaksanakn di Lecture Teater (LT) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK).

Wakil Direktur Pascasarjana Prof Dr Ahmad abu bakar M Ag ini mengusung judul disertasi “Persepsi Kaum Profesional dan Iplementasi Pemberdayaan Zakat Profesi di Kota Pare-pare.”

Hannani berharap, zakat profesi dapat dipahami oleh kaum profesional sehingga mereka dapat terdorong untuk mengeluarkan zakat.

“Sebenarnya, sudah banyak yang paham tentang zakat tetapi belum mengetahui caranya. Oleh karena itu, melalui penelitian kita akan lebih terbuka tentang zakat profesi ini,” ujar Hanna. Kamis (10/03/2016)

Adapun Promotor-promotor yang hadir yakni Promotor Prof Dr H Ali parman MA dan Ko-Promotor oleh Prof Dr H Sabri Samin M Ag bersama Prof Dr H Muslimin Kara M Ag.

Penguji yang turut dihadirkan dalam sidang tersebut yaitu Dr Muhammad Shuhufi M Ag, Prof Dr Lomba Sultan MA, dan Prof Dr H Ahmad M Sewang MA.

Para Peneliti berhasil mempresentasikan desertasinya dengan yudisium amat baik.

Laporaan: Ahmad arnold
Editor: Afrilan C putri

UIN Diperiksa BPK


Pintu bagian depan ruangan bagian keuangan UIN | Muhaimin
Washilah -- Semenjak hari selasa yang lalu UIN Alauddin Makassar diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemeriksaan ini dilakukan sekali setahun. Pada pemeriksaan kali ini, BPK memeriksa keuangan UIN tahun 2015. Dimana, bukan hanya laporan keuangan tetapi juga laporan kegiatan yang diperiksa.

"Pemeriksaan ini sudah berjalan 90%. Laporan anggaran ini bukan hanya milik bagian keuangan tetapi ini milik kita semua," kata tim pengelolaan keuangan UIN yang enggan menyebutkan nama. Minggu (13/3/2016).

Hasil laporannya kata dia, tidak diketahui karena langsung diserahkan ke Kementerian Agama (Kemenag). Setelah ada laporannya, akan dipublikasikan pada website BPK secara keseluruhan.

Dia juga menambahkan jika mahasiswa tidak langsung diminta laporan pertanggungjawabannya.

"Mahasiswa tidak langsung diminta laporan pertanggungjawabannya, karena ini adalah aspek keuangan bukan mengenai Sumber Daya Manusia (SDM)," ujarnya.

Laporan: Fahri Setiada
Editor: Sri Wahyu Diastuti

Wakil Rektor 3 Hadiri Rapat Kerja HMJ Jurnalistik

Wakil rektor III Prof Aisyah Kara MA saat menghadiri Rapat Kerja di Gedung Training Center UIN Alauddin. Kamis (12/03/2016) | Ahmad Arnold
Washilah -- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Jurnalistik mengadakan Rapat Kerja (Raker) dan Temu Alumni. Kegiatan yang berlangsung di Training Center (TC) lantai tujuh ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof St Aisyah Kara MA serta Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Dr Abd Rasyid M. Sabtu (12/03/2016)

"Ini pertama kalinya diadakan di Training Center dan patut di apresiasi dan dibanggakan," ujar Abdul Rasyid dihadapan para Dosen serta HMJ sejajaran.FDK dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Prof Aisyah kara menitikberatkan amanahnya bagi pimpinan FDK agar mengayomi mahasiswa melalui pendekatan yang tegas, pasrtisipan serta penuh rasa kasih sayang.

Terkhusus bagi Mahasiswa Jurnalistik dan para alumninya, Aisyah Kara juga berharap agar jurusan Jurnalistik bisa menjadi wadah untuk meningkatkan integritas kampus.

 "Jurnalistik bisa menjadi corong untuk mengangkat citra baik UIN Alauddin Makassar" tuturnya.

Disisi lain, dia juga menekankan mengenai pentingnya etika pers bagi mahasiswa Jurnalistik, "Sebagai mahasiswa Jurnalistik kalian harus menjunjung tinggi etika pers karena kalianlah calon penjunjung tinggi kebenaran," sambungnya.

Tulisan: Ahmad Arnold/Erwin/Epi
Editor: Fadhilah Azis

Sabtu, 12 Maret 2016

Study Club Supremasi, Perdana di FKIK

Fakultas Kedokteran dan Ilmu kesehatan
Washilah--Study Club (SC) Supremasi adalah Study Pergerakan dan Sains yang dibentuk sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk menyalurkan rasa atau jiwa pergerakannya ke arah yang positif.

Tri utomo putra, salah satu pelopor berdirinya SC Supremasi mengatakah bahwa kader yang lahir dari SC Supremasi harus peka terhadap berbagai keadaan yang terjadi di sekitarnya

''SC Supremasi ini dibentuk karena kurangnya mahasiswa yang peduli dengan keadaan di sekitar, khususnya di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) sendiri," jelasnya (11/3/2016).

Menariknya,  SC Supremasimerupakan Study Club Pergerakan dan Keilmuan pertama yang didirikan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Menurut Tri Utomo Putra, Kajian perdana yang diselenggarakan di Meeteng Room Warkop Bundu Hertasning hanya dihadiri oleh pendiri SC Supremasi dan beberapa peserta , hal ini disebabkan sosialisasi yang dilakukan masih kurang baik.

''Peserta kajian belum terlalu banyak karena belum diadakannya sosialisasi secara optimal dan menyeluruh,'' ucapnya.

Mengenai materi, kajian yang dipaparkan oleh pemateri cukup menarik minat para peserta. Arsanjani contohnya, salah satu peserta yang menghadiri kegiatan mengatakan bahwa materinya masih umum namun tetap menarik.

"Materinya cukup bagus, hanya saja masih umum dan banyak di jumpai," katanya.

Selanjutnya kajian SC ini akan dilakukan secara rutin dengan materi yang akan terus dikembangkan dan diharapkan agar SC bisa lebih diminati sehingga cita-cita dari SC bisa tercapai.

Tulisan : Kurniawan
Editor  : Fadhilah Azis

Pemberangkatan Mahasiswa KKN Ternyata Tak Sebanyak yang Membayar

Kepala Pusdimas Drs Gazali Suyuti saat memberikan nasehat kepada peserta KKN di Pelataran Auditorium UIN Alauddin. Kamis (10/03/2016)
Washilah—Tiba saatnya UIN Alauddin Makassar memberangkatkan 1940 mahasiswa untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler angkatan ke-51 di 11 Kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan (SulSel).

Pemberangkatan KKN Reguler ini dimulai sejak hari kamis, (10/03/2016). Dengan jumlah mahasiswa yang mendaftar atau lebih tepatnya telah membayar biaya pendaftaran sebanyak 2003 mahasiswa.

Berbeda dari jumlah pendaftar dimana total hanya 1940 mahasiswa yang diberangkatkan. Hal ini disebabkan tidak terpenuhinya persyaratan program KKN untuk sebagian mahasiswa.

Penyusun Kebijakan Pengabdian Kepada Masyarakat Nur Isra mengatakan, "sebanyak 2003 mahasiswa yang sudah membayar biaya KKN Reguler ini, tapi hanya 1940 yang bisa berangkat ke 11 Kabupaten," jawabnya.

Nur Isra juga menambahkan, "mereka yang tidak berangkat karena tidak memenuhi persyaratan, salah satunya sudah membayar spp semester delapan. Uangnya tidak hangus begitu saja, tapi akan diikutkan pada bulan juli," lanjutnya lagi.

Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (Pusdimas) Drs M Gazali Suyuti M HI berpesan agar mahasiswa tetap menjaga etika serta akhlakul karimah,"lakukan program dengan kemampuan sesuai latar belakang pendidikan, hobi, skill. Mendengar kepada pemerintah setempat dan  pembimbing," ungkapnya.

Tulisan :Fahri
Editot   :Fadhilah Azis

Jumat, 11 Maret 2016

UIN Minim Beasiswa, Pengurus UKM Terancam Tak Dapat Jatah

Ilustrasi: if.its.ac.id
Washilah—Sore itu setelah pelantikan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Internasional Black Panter, Malikuddin Surgani Wahid keningnya berkerut, ia menyampaikan kekecewaannya mengenai tidak adanya beasiswa untuk pengurus UKM. di depan ruangan Bagian Kemahasiswaan Gedung Rektorat berjejer kursi, disana ia menceritakan kekesalannya itu.

“Sebelumnya saya ditawari beasiswa dari jurusan, tapi saya tolak karena di tahun sebelumnya ada beasiswa untuk pengurus UKM,” tutur mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) sekaligus Ketua Umum UKM Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) itu.

Sebelumnya, Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni Drs Alwan Subhan MAg saat menyampaikan sambutan pelantikan UKM International Black Panther ia mengatakan untuk tahun ini pengurus UKM tidak mendapat jatah beasiswa.

“Kalau tahun sebelumnya pengurus UKM dapat beasiswa sampai lima orang setiap UKM, sekarang tidak ada,” ujarnya. Jumat (11/03/2016)

Saat dikonfirmasi langsung kepada Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Dr St Aisyah Kara MA PhD mengaku tidak mengetahui jika ada beasiswa untuk pengurus UKM,“nanti saya chrosscheck,” katanya saat menaiki tangga menuju ruang kerjanya di Gedung Rektorat.

Tak jauh dari tempat itu diwaktu yang hampir bersamaan,  Kepala Bidang Kesejahteraan Mahasiswa Drs Mirsan menjelaskan jika penyebab tidak adanya beasiswa bagi pengurus UKM disebabkan karena adanya potongan kuota beasiswa dari Kementrian Agama (Kemenag).

Pada tahun 2015 lalu UIN Alauddin memperoleh kuota beasiswa tak kurang dari 1200 penerima, sedangkan untuk tahun ini hanya mendapatkan jatah sekitar 400 penerima. Menurutnya, inilah yang kemudian menjadi penyebab terancamnya beasiswa bagi pengurus UKM di tahun ini.

Selain itu, lelaki yang memiliki potongan rambut belah samping ini juga menambahkan, “jumlah penerima beasiswa miskin dan berprestasi di setiap Fakultas juga akan dikurangi,”.

Penulis  : Asrullah
Editor    : Fadhilah Azis

Foto: Temu Kepala Pusdismas dengan Korcam dan Kordes



Foto & Teks | Muhaimin

Kamis, 10 Maret 2016

Alasan UIN Tidak Membuka Jalur SNMPTN dan SBMNPTN


Washilah -- Banyak yang bertanya-tanya mengenai jalur pendaftaran masuk perguruan tinggi. Terkhusus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SBMPTN) di UIN Alauddin.

Pasalnya terdengar isu yang mengatakan bahwa UIN Alauddin Makassar, tidak membuka jalur pendaftaran SNMPTN dan SBMPTN pada tahun ini.

Lebih membingungkan lagi, adanya beberapa poster yang tertempel di Gedung Rektorat mencamtumkan enam jalur pendaftatan yakni, SNMPTN, SBMPTN, Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), Ujian Masuk Mandiri (UMM), dan Ujian Masuk Khusus (UMK).

Berbeda halnya di akun facebook UIN Alauddin Makassar hanya mencantumkan empat jalur yaitu SPAN-PTKAIN, UM-PTKAIN, UMM, dan UMK, yang diposting Kamis 3 maret lalu.

Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Dra H Nuraeni Gani MM  telah membenarkan isu penghapusan dua jalur tersebut.

"Iya, kita memang tidak buka jalur SNMPTN dan SBMPTN," Ujarnya, Selasa (07/03).

Hal ini dikarenakan, kata dia ada beberapa yang diminta oleh Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) dan UIN tidak memiliki hal tersebut. Adapun yang diminta adalah data rekomendasi perpanjangan tujuh prodi tetapi yang dimiliki hanya empat prodi.


Laporan : Erlangga Rokadi
Editor : Sri Wahyu Diastuti


Foto: Pemberangkatan KKN Reguler Angkatan ke-51



Foto & Teks | Rosida Ibrahim
Editor | Muhaimin